Very Late Post

Taraaaaaa saya sudah hadir lagi..

mungkin saya amnesia sampe lupa klo punya rencana ngisi blog tentang renovasi rumah.

Yah jadi begini lah rumah kami setelah di renovasi,,

IMG-20150710-03546

karena ceritanya sudah basi, bingung juga mau nulis apa, jadi saya sajikan fotonya saja ya, biarlah foto2 ini yang berbicara,,

renovasi 1_opt

renovasi 2_opt

Rasanya lega banget renovasi ini bisa selesai,,,

untuk menyelesaikan proyek ini kami harus mengalami proses yang sangat menguras emosi seperti yang sudah kuceritakan di postingan sebelumnya kelewatan

padahal itu baru awalnya, karena selanjutnya masih banyak rentetan masalah yang terjadi tapi saya memutuskan untuk LUPA (karena ceritanya ini juga sudah cerita basi jadi lupa)… tapi ada baiknya begini kan, coba klo pas habis kejadian langsung cerita pasti menggebu2 deh ceritanya..

jadi kegiatan renovasi ini diselesaikan oleh 3 tim pemborong.

Tim- 1 mengerjakan dari awal sampai berdiri dan tidak tuntas vinishing batu, juga meninggalkan vinishing cat yang porak poranda, dan meninggalkan cacat keramik disana-sini, ini sebagian foto yang waktu itu sebenarnya untuk kompalin ke ketua pemborongnya, tapi kok tidak pernah nongol sampai sekarang.

renovasi 3_opt

Tim-2 melanjutkan vinishing batu alam, menyelesaikan pekerjaan cat, merapihkan keramik, dll.. Tim 2 ini ongkosnya harian, dikerjakan 1-4 orang per harinya, jangan ditanya lamanya pengerjaannya… pokoke lamaaaa.. tapi hasilnya rapi.

Tim-3 datang karena RUANGAN BARU bocooor sampai banjir dan eternit nya jebol😦 .Tim ke 3 ini datang untuk perbaikan dan sekalian merapihkan dapur juga, sebenarnya pada saat perundingan dengan Tim-1 dulu kami memang ingin sekalian merenovasi dapur, tapi rencanyanya berubah jadi begini..

selain 3 Tim itu saya juga membutuhkan tenaga instalasi listrik, pembuatan pintu dan jendela yang terbuat dari bahan aluminium, pembuatan pagar besi, dan tukang cat batu alam..

iya, batu alam itu ternyata memerlukan perlakuan khusus supaya tidak berlumut, Dicat dengan cat khusus batu alam, Catnya dengan cara disemprot supaya catnya lebih masuk. padahal sudah saya belikan cat batu tapi tidak mau pakai, alasannya tidak berani menjamin hasilnya/awetnya jadi maunya catnya dari tukangnya, cat dan jasa sepaket, padahal area yang di cat cuma sedikit, tapi keluar duit banyak😦

bersambung…

Kelewatan

hoaaam,,,, (pura-puranya bangun tidur)

waaah 2015 sudah lewat ya,,,

Kemana rencana2 hebat yang sdh disusun rapih di akhir 2014 kemaren, Hayooo?

Blog ini sampe berjamur ndak pernah di sambangi, bahkan (karena sudah ganti laptop, biasanya login wordpress ada di bookmark kini sudah tidak ada) jadi bingung, mau posting masuk ke admin nya lewat mana ya? wkwkwkwkwk

2015 ngapain aja?

Banyak. Tema 2015 itu tentang rumah dan tanah

.1. Renovasi Rumah

  • Penambahan Ruangan dan Garasi

Sebenarnya dari dulu sudah pingin nambah ruangan, tapi cuma pingin-pingin biasa, tidak serius banget dan sampai akhir 2014 juga tidak merencanakan bahwa kami akan melakukan renovasi tersebut di tahun 2015.

awalnya kami cuma iseng aja, pingin dihitungin kira2 butuh dana berapa untuk merenovasi rumah kami.

Satu pemborong datang untuk survei, menjanjikan akan di hitung kebutuhannya tapi tidak datang lagi, (mungkin nominal proyek terlalu kecil bagi beliau atau karena sedang sibuk atau karena apa tidak tau, saya hanya menerka-nerka saja)

karena lama tidak ada kabar akhirnya kami mencari lagi pemborong yang lain, kali ini orangnya serius, baru tanya2 aja, beberapa hari sesudah survey, langsung datang lagi (tapi tidak langsung bawa rencana dana yang dibutuhkan) malah kami menghitung bersama-sama dan dia membuat gambaran kasar diatas kertas, kemudian saya minta dibuatkan gambar yang lebih detail supaya memudahkan pengerjaannya (dijanjikan akan dibuatkan gambar sebelum pengerjaan), karena walaupun hanya membangun 2 ruangan tapi menurutku tetep perlu gambar rencana pembangunan. setelah selesai urusan hitung menghitung kami langsung ditantang mau di kerjakan kapan? hihihi malah kami yang belum siap🙂 kami minta waktu beberapa hari untuk diskusi.

Sebenarnya saya tidak punya pengalaman renovasi rumah, rumah yang kami tempati saat ini dulu kami beli tahun 2007, sudah jadi rumah, sudah beres dan rapi semuanya, tinggal nempati aja tanpa perlu renovasi lagi. Perbaikan yang kami lakukan sejak tinggal di rumah ini hanya skala kecil-kecilan misalnya genteng bocor, nambah konblok depan rumah, ya gitu-gitu aja.

Jadi ini adalah kali pertama pengalaman renovasi yang agak besar, jadi saya rajin sekali googling tentang pembangunan rumah, renovasi rumah, model2 rumah.

Tibalah saat dimulainya pembangunan,

Saya pikir ya,,, karena orang nya bilang sibuk, proyek disana-sini jadi gambar yang saya minta mungkin akan di serahkan ke saya pada hari dia datang bersama para tukang, ternyata tidak. orangnya cuma mengantar tukang saja, oooh mungkin sdh di diskusikan bersama tukang jadi gambarnya di pegang tukang (pikir saya).

Besoknya para tukang langsung mengerjakan pekerjaannya macul-macul bikin fondasi, disinilah keributan yang pertama terjadi,,,, hihihi

Lha gambarnya mana?

…dan kok langsung macul untuk fondasi?

karena ini tanahnya mau diturunkan, jadi mestinya tanahnya yang mau diturunkan di keruk dulu, baru di keruk lagi yang untuk bikin fondasi, kan?  klo langsung di keruk untuk fondasi dulu harusnya dikeruknya lebih dalam lagi, klo cuma segitu begitu nanti sudah difondasi baru di keruk lagi untuk diturunkan tanahnya, kan fondasinya jadi nya cetek/dangkal, paham kan maksud saya? tapi,,, yah pak tukangnya tidak paham, malah cuma bilang “katanya pak pemborongnya begini..” saya telpon pemborongnya katanya lagi di lokasi proyek yang mana gitu, dan minta saya untuk langsung ngomong sama tukangnya maunya gimana.

Saya merasa tidak dianggap, mungkin karena saya perempuan. Pasangan saya? sedang di Laos. saya tidak mengadu sama beliau, orangnya lagi jauh, saya tidak ingin membuat nya menghawatirkan rumah. biar dia konsentrasi dengan urusannya, saya? tenang saja, Gusti Allah bersama saya.

Jengkel. tapi saya selalu berusaha mengendalikan diri supaya tidak meledak. saya bilang ke diri saya sendiri kalau para tukang ini sudah pengalaman, mungkin saya yang sok tau. selalu berusaha memperlakukan mereka dengan sebaik2nya supaya mood mereka terjaga, supaya mereka mengerjakan rumah saya dengan baik. tapi ternyata kadang perlu juga ketegasan🙂

hari berikutnya, saya berdebat dengan tukang mengenai masalah letak pintu, lucu sekali kan? klo ada gambarnya mungkin kejadian seperti ini tidak perlu terjadi.

akhirnya malam harinya saya tidak tidur, saya lembur bikin gambar sendiri pakai kertas, sempet pake excel juga, kaya gini gambar saya:

saya mau mengerjakan yang lain dulu, …..ceritanya to be continue ya,

 

 

 

Previous Older Entries