Cerita Deposito

Ini bukan surat keluhan, ini hanya cerita pribadi karena aku dah menthok, bingung dan gak tahu harus bagaimana?????

ceritanya begini, tgl 23 juni lalu aku menyerahkan sejumlah uang ke temanku yang kerja di BPR X untuk didepositokan. dulu aku sudah pernah masukin dan sudah diambil untuk tambahan uang muka rumah yang aku tempatin sekarang. Makanya pas ada rejeki mau deposito lagi biar aman gak kepake2. pa2ne li2n menyarankan deposito ke bank aja tapi aku nekad memasukkannya ke situ, kupikir dengan aku masukin ke situ, temanku bisa dapat bonus juga kan…

tapi sekarang terhitung sudah 26 hari bilyet belum diserahkan ke aku…

aku memang diam aja, sampai hari minggu kemaren kebetulan aku bertemu, tanpa kutanya dia udah cerita duluan…kalau depositoku belum dimasukkan (disetorkan) baru dititipkan di admin nya karena nunggu bunganya naik. dan kubilang “gak usah nunggu bunga, sing penting aman ae (gak habis)”.

hari senin kemaren papa yang biasanya diam kok ya pingin lihat bilyetnya (tapi tahunya baru 2 minggu diserahkan karena aku baru cerita pas papa pulang dari luar kota)… ya kubilang “belum dikasih”….”ya ditanyain”….. kujawab “iya besok”.

besoknya aku sms, tapi gak di balas. siang aku ke rumahnya, niatnya cuma main aja… istrinya lagi flu jadi kubawain redoxon … dan kebetulan dia lagi pulang istirahat trus kutanya “bilyetnya kapan jadi?”… katanya “sebentar lagi bunganya naik, eman klo bunganya cuma segitu, tunggu naik”… aku bilang, “pa2e li2n wis nanyain, tidak usah mikirin bunga yang penting dimasukin aja”…”wah aku tuh udah terlanjur bilang sama adminnya untuk dipending sampai bunga naik, ck ck berarti mesti ditarik lagi ki”… istrinya tanya “kapan bunganya naik?”… dijawab “belum tahu tapi sebentar lagi”…aku bilang “dimasukin sekarang aja berapapun bunganya gak penting, klo ada biaya administrasi untuk itu aku bayar gpp”.

sehari ini aku nungguin, tak da sms darinya (kaya nungguin sms dari pacar aja) akhirnya aku mendahului sms, tp tidak dibalas… siapa tahu gak punya pulsa akhirnya aku telp dia “BPR X berapa hari kerjanya”…. dijawab “6 hari, senin sampai sabtu”…kubilang “hari minggu aku mau pulang antar li2n liburan ke rumah neneknya, sebelum itu aku mau bilyetnya dah kuterima, klo tidak bisa, dibalikin lagi aja uangnya”…dia bilang “uangnya udah dititipin admin gak bisa diambil sekarang”..

jadi muncul prasangka buruk jangan-jangan uangnya di pake… tapi aku berusaha untuk menghapus prasangka itu dr otakku.

OMG aku memang ceroboh, aku serahkan uang dan buku tabungan begitu saja, 100% aku percaya, aku tidak punya bukti kuitansi dan saksi yang ada waktu itu ya cuma istrinya. Baru kerasa klo kejadiannya jadi kaya gini, betapa pentingnya kuitansi walaupun sudah kenal dekat.

Aku jadi bingung sendiri, gak tahu harus bagaimana, gak tahu mau cerita sama siapa, klo cerita sama ortu bisa-bisa aku malah dimarahin, lagipula kasian klo ortu ikut mikir. mau cerita sama papa gak enak, perasaan kok aku ni bikin masalah terus-terusan.

Semoga aman terkendali, hal-hal yang tidak di inginkan tsb tidak terjadi…

19 juni siang aku telpon BPRnya, menanyakan syarat deposito, minimal nominal yang bisa didepositokan, jangka waktu, berapa lama prosesnya… dll, saat kutanya “berapa lama proses deposito” dijawab “max 1 hari. aku langsung deg (karena depositoku udah hampir 1 bulan)”..bisa langsung jadi klo direksi ada” -sambungnya- kemudian aku tanya “direksinya sekarang lagi pergi kah?” “ada kok bu, ibu mau deposito sekarang?”..”gak mbak cuma nanya. terima kasih”.

selesai telepon BPR tersebut aku sms temanku.. mas bilyetku udah jadi belum, atau dikembalikan uangnya saja…tp tidak dibalas. akhirnya aku telp, “gimana? bilyetku bisa diambil kapan?” dijawab “wah diambil uangnya saja nanti .aku lagi di magelang” …”kapan pulang?”…”nanti sore”.

tak lama dari itu istrinya sms ..bu, telp aku… langsunglah aku telpon. “bu, ada kabar buruk” -deg- “tadi aku menghubungi taman kantornya suamiku, dan ternyata tidak ada uang titipan deposito atas nama kamu ataupun suamimu” -deg- “dan ternyata suamiku terkena kasus memakai dana nasabah, terancam di PHK tapi masih dikasih kesempatan untuk mengembalikan. mungkin uangmu itu dipake” -deg- “aku tidak menyangka dia kaya gini, maafin aku bu, aku tidak tahu”…”gak apa, aku mengerti, tapi emosi tidak akan menyelasikan masalah” (tahaaannnnn emosi… ) “aku baik-baik saja, klo pun uang itu dipake, bisa dibicarakan baik-baik, yang penting tetap tenang” (padahal asli aku setengah mati rasanya..) “nanti sore aku janjian sama suamimu, dia mau balikin uangnya”…”dia tuh udah dikasih kepercayaan ma orang disia-siakan” (ini istrinya lo yang ngomong) kujawab “iya gpp, yang penting kamu jangan ngomong dulu ke suamimu klo kamu dah tahu mengenai masalah di kantornya, aku kuatir dia terlanjur basah trus mandi sekalian, bisa-bisa gak balik uangku”..”ya bu, aku tunggu ya nanti sore”.

sorenya aku dan anakku datang ke rumahnya. aku bawain tas untuk anaknya yang mau sekolah SD. sampai magrib tidak muncul juga (keep cool). tapi akhirnya dia telepon. .wah ki piye yo, aku ini dari magelang baru nyampe kantor sekarang ternyata kas udah tutup. “piye yo mas aku dah bilang bojoku ini mau ambil uangnya. lha klo udah masuk kas ya gak apa aku dikasih bukti setorannya aja gpp” trus dijawab “sik, sik aku telp adminnya dulu”.

aku tanya istrinya kas kantornya tutup jam berapa? “jam 3″ o ya jelas dah tutup tapi tetep nekat ke kantor ya…

ok aku tunggu lagi, sebentar kemudian dia telpon lagi..”gak aktif je hpne”..”ya udah mas aku pulang aja besok aku ambil di kantor aja ya” dijawab “sik,sik aku coba telpon lagi, tunggu ya?”..”ok”.

aku telpon suamiku, “dimana pa?”…”ini baru nyampe rumah”..”ini uangnya deposito mau dibalikin tapi masnya belum datang gimana aku tunggu disini atau gimana?”.. suamiku bilang “udah pulang aja” ya ok.

sebelum pulang aku sms:..mas aku mau pulang dulu, gak apa besok aku yang ambil ke kantor aja..

dijalan ada telpon masuk, aku minggirkan motorku …minggir cari tempat untuk terima telpon.. terdengar pertanyaan, “lagi dimana?” kujawab “dijalan, mau pulang”..ditanya lagi “posisi dimana?”..kujawab “belum jauh sih dari rumahmu” dia bilang “kamu tunggu aja ya disitu, aku samperin ini aku bawa uangnya” kujawab, “wah mas masak serah terima uang dijalan, ini pa2ne li2n wis nunggu dirumah, aku mau nyiapin makan dulu, anterin aja kerumah piye?”..”o yo wis”..sepakat klik.

sampai dirumah, sambil rebus air untuk mandi dan goreng tempe untuk lauk aku ceritakan semua sama papa dari A sampai Z. dan jawabannya adalah…eng ing eng… “ya gak apa klo itu hak kita pasti balik ke kita, nanti klo gak dibalikin besok adek langsung aja ke BPR nya kalaupun harus kehilangan uang gak apa yang penting dilaporin”..(duh gusti, aku gak mau temanku kehilangan sumber rejekinya) tapi aku juga merasa sangat bersalah pada suamiku…maapin aku ya suamiku.
setelah itu perasaan jadi campur aduk gak keruan, dari tadi dari ujung rambut sampai ujung kuku perasaan dingin semua, sampai mau makan gak bisa nelan.

malam semakin larut.. mbak li2n dan pa2ne juga sudah tidur. aku tidak bisa tidur. ada sms dari istrinya : …alhamdulillah bu uangnya udah ada nanti kuanterin ke rumah ya bu, tunggu ya…kujawab: iya.

akhirnya, jam 10-an mereka datang, menyerahkan uangnya. gak jadi deposito. tapi apapun penyebabnya batalnya deposito ini gak penting bagiku. yang penting uang sudah kembali dan hubungan dengan temanku tetap baik. Alhamdulillah..

tanggal 20 adalah hari sabtu masih ada bank yang buka yaitu bank BPD. akhirnya uangnya aku depositokan kesitu.

begitulah akhirnya ceritaku yang Alhamdulillah berakhir baik..

pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini:

1. minta kuitansi/nota/bukti tertulis jika melakukan transaksi keuangan.

2. menyelesaikan masalah memang harus dengan hati yang tenang -tidak emosi-.

3. tidak berprasangka buruk kepada orang lain.

4. setelah ikhtiar…selanjutnya pasrahkan saja kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: