Karena Disebut Teman

12 agustus 2009. Rencana hari ini: Ngantar temanku Ina ke women crisis center. Trus ke rumah Ning, bersama Dani untuk bahas rencana percobaan bikin kue.

Diawali pagi, jam 8.30 setelah antar mbak lilin sekolah aku ketempat Ina, trus mengantarnya ke tempat yang dituju untuk konsultasi masalah rumah tangganya. Setelah itu karena tempatnya jauh aku jadi malas balikin dia pulang ke rumah lagi akhirnya aku ajak aja sekalian ke rumah Ning. Dani datang setelah aku, dan kita ngobrol sampe jam 14.30 kemudian aku pamit trus jemput lilin tapi sebelum itu aku antar dulu Ina ke rumahnya

Sebenarnya rangkaian acaraku dari pagi sampai sore tidak terlalu istimewa, yang special justru terjadi pada menjelang magrib…..

Suami dari temanku Ina datang ke rumahku.

Pertama reaksiku adalah biasa aja karena aku memang sudah menduga dan aku tahu persis maksud kedatangannya.

Tapi dalam hati ada rasa kuatir…pak RT dah mondar-mandir…waduh jangan-jangan mau digrebeg… suami lagi diluar kota, aku terima tamu cowok dari adzan magrib sampe habis isya… lha aku juga gak ngundangkok ..dan juga gak enak mau ngusir karena dia suami temanku…

diam saja lah…….

Tidak sekali ini aku digiring untuk terlibat ke dalam permasalahan yang mereka hadapi. Jujur aku gak nyaman, tapi itu resiko berteman dengan mereka. Klo aku tega mungkin aku sudah menjauhi dia. Tapi beginilah hati…duhhh hati kenapa kau begitu peka…..

Suami temanku datang kesini adalah memintaku untuk merayu istrinya agar tidak jadi menggugat cerai. Dia bilang percaya sama aku dan menurut dia Ina bisa nurut sama aku. Seperti pujian tapi yang sama sekali tidak membuatku merasa tersanjung.

Aku dah mati rasa dengan masalah yang mereka hadapi. Dia membuang sebagian besar waktunya untuk mengeluh. Dan akan demikian halnya denganku jika aku terus mandengarkan dia mengeluh maka artinya adalah sama saja…

Ya mendengarkan keluhannya saja = membuang waktu, tapi karena kamu sebut aku teman, jadi aku mau membuang waktu… just listening ajah…tapi jangan menjadi terbiasa.

maaf teman, aku tak mau terlibat lebih jauh

sekali lagi, maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: