Mbalelo

Pukul 23.00 temanku sms, bu dah tidur belum? Aku mau telpon….
Feelingku jadi gak enak. jam segini? ada apa?.
Tapi tetap aja kujawab, belum.
Dan tak lama kemudian dia telepon…..
Dari gagang telepon aku mendengar dia terisak….. “Bu, besok anterin aku ke women crisis center”.
Aku langsung tahu apa maksudnya ini. Kemudian dia pun bercerita..yang intinya dia sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya mempertahankan pernikahannya. jadi dia mau konsultasi ke women crisis center.
Dia minta sama aku….anterin aku ya buk?…. wah ga tega rasanya, jadi aku menyanggupinya. OK Besok.
Tapi setelah telepon ditutup yang terjadi padaku adalah….. bimbang……antara teman atau suami???
Bukan…bukan karena suamiku sedang membutuhkan aku, karena dia sedang berada di luar kota.
Tapi…kejadian seperti ini dulu pernah terjadi…..
Selayaknya seorang teman aku berusaha untuk membantu temanku, tapi suamiku melihatnya secara berbeda….. dia melihat seolah aku mendukung temanku untuk berpisah dengan suaminya. Suamiku tidak suka dan keluarlah kata-kata:
“…perceraian itu dibenci Allah. Tahu apa akibatnya kalau (membantu) melakukan sesuatu yang dibenci Allah? Tahu akibatnya kalau Allah murka?….”
Padahal aku cuma bilang sama temanku begini: “Jangan pernah berharap bisa merubah orang, karena kita tidak akan bisa. Kita cuma bisa ngasih masukan, selebihnya itu terserah yang bersangkutan… Kita hanya punya 2 pilihan yaitu bertahan atau berpisah. Plus kita harus siap dengan resiko setiap pilihan kita. Jika bertahan, berarti kita tidak punya pilihan selain bersabar karena hanya dengan kesabaran kita bisa menikmati kebahagiaan. Jika berpisah, tidak ada yang menjamin bahwa kita bisa lebih sukses atau bahagia, tapi kemungkinan itu ada. Pilihan ini sangat sulit jadi harus dipikirkan baik-baik dan matang-matang”
Apakah pendapatku itu salah ?
Menurutku sih tidak.. tapi menurut suamiku itu namanya ngompor2i… jadi klo ada temanku yang punya masalah rumah tangga aku ga boleh memberi pendapat apapun, apalagi ngantar ke pengadilan agama atau kemanapun yang dekat hubungannya dengan perceraian.
Tapi kejadian kali ini sepertinya berbeda…….aku bukan mengantar untuk bercerai tapi mencari solusi…iya kan?….. lagian klo aku nuruti suamiku trus iapa lagi yang membantu temanku?
Seperti sedang punya misi rahasia yang besar….perasaanku jadi campur aduk…
Tapi toh aku sudah menyanggupi temanku untuk mengantarnya besok. Ya udah diantar ajalah, tapi aku akan membatasi diri untuk tidak terlibat jauh. dan yang penting suamiku jangan sampe tahu…sssssstttt!!
Suamiku maafkan aku, kali ini… demi teman aku mbalelo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: