Pingin Adek

Anakku (sehari-hari kupanggil mbak lilin) …pingin punya adek… Sepertinya sudah pinginn banget punya adek. ….kadang sampai nangis beneran lo. Aku sampe kasihan melihatnya…
Gara-gara terobsesi punya adek, sampai-sampai semua anak yang lebih kecil dibilang adeknya…seperti adek aisy tetangga kami juga di bilang adeknya, adek eneng anaknya temanku juga dibilang adeknya… waktu adek lila pindah rumah juga sepertinya sedih banget dan tidak percaya klo dek lila sudah tidak tinggal di rumah depan rumah kami lagi..
Kalau ditanya kenapa pingin punya adek? jawabnya ya gak kenapa-kenapa, pingin aja. tapi kalau kuamati sih mungkin karena teman2 sudah punya adek, jadi mbak lilin iri lihat teman-temannya sudah punya adek, jadi mbak lilin ikut-ikutan pingin punya adek. dan juga karena dia pingin punya teman di rumah, dia sepertinya memang kesepian beberapa kali dia pernah curhat: ” ma, mbak lilin tidak suka kalau dirumah cuma ada mama dan aku, aku sukanya klo ada papa juga…”. Memang papa jarang di rumah, sehari-hari pergi pagi pulang malem, weekend juga sering ga di rumah.. jadi yang sering menemani mbak lilin di rumah ya hanya aku. Padahal aku juga sering sekali meninggalkan mbak lilin main sendirian, karena sibuk dengan urusanku sendiri. (maafin papa dan mama ya sayang…)
Sebenarnya bukan cuma mbak lilin yang sudah pingin ada new baby di rumah kami. Orang-orang disekelilingku (keluarga, teman, tetangga) juga sering sekali menanyakan masalah ini, kapan nambah?, Kapan mbak lilin punya adek?..dan klo nengok bayi baru lahir…pertanyaan ini pasti ada.
Kalau dari keluarga sih kulihat ada kecemasan klo aku ga punya anak lagi.. Ibuku anak tunggal, dia bilang gak enak klo ga punya saudara…Mertuaku cuma punya anak satu, dia bilang masa papanya anak tunggal mbak lilin juga jadi anak tunggal…mungkin kuatir klo generasinya habis hehehe…
Kalau dari teman dan tetangga sih lebih ke pantes-pantesan kali ya.. karena usia mbak lilin udah 3 tahun…tapi sepertinya ada juga yang menganut faham anti KB jadi dia mau mengkampanyekan gerakan anti KB.
Menghadapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu.. awalnya aku risih, tapi lama2 aku jadi sangat terbiasa.. Jawabanku bisa berbeda-beda melihat sikon dan orangnya…. jawaban yang paling diplomatis adalah alasan nunggu mbak lilin berusia 5 tahun. Klo lagi error kujawab masih trauma melahirkan. Dan jawabanku yang paling narsis adalah nunggu punya mobil….
Kenapa sih kok kelihatannya berat sekali ngasih adek untuk mbak lilin? bukan berat… Sebenarnya aku dan suamiku emang sudah merencanakan untuk punya anak lagi setelah mbak lilin 5 tahun. Banyak yang harus disiapkan… dan sampai saat aku menulis ini… kami belum siap. itu saja.

Jogja, July, 27, 2009. 15:15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: